Saturday, April 25, 2009

puncak kekesalan.....

riuh harapku bertangkai berdebu
berulang kali kutetapkan hati
tetap diam dan duduk disini
hindari caci lukai sepi

kenang malam tampak pekat
terhunus kalimat laknat
merajam jiwa menimbun noda
lampaui ruang selubung misteri

terlanjur lepas bohongi hati
mengukir cawan gelapkan hari
tersesat dalam buaian
hingga lupa mengambang

dan tenggelam ...

Thursday, April 23, 2009

tergurat hidup

part I

aku setengah teriak
jariku tergigit sendiri
meskipun terluka
ku tak mau menganga

tiada ku bukan derita mu
tapi kehilanganku
menjadi penting bagimu

aku mengais menangis
berolah tubuh membentuk gesture
menggigil memecah terik
mencaci menutup luka

tapi ku tetap ingin berdiri
karena duduk ku sesal
ku ingin punya bukti
hidupku maksimal

part II

sembab luka berlumut lembab
hijau sengit tetap makna sakit
kenapa tidak merah .. padam marah

biar kan terbang pada burung
meski dunia bukan punyanya
pilihan hanya kiri dan kanan

lembah luka mengulang dusta
biar lama tak tentu ada
sekarang pergi menari
tertawa haha hihi


Part III

luka itu terus merajam
mengeras membuat cadas
lemparkan pualam jauh ke dasar
tanpa sadar terlepas terpental

hidup bukan bait cerita
tapi susunan aliran terbata
bergemuruh mengencangkan derita
tanpa teringat luka lama

elok mencipta fatamorgana
fase kehidupan terbujur rata
riuh rendah terbaring menganga
menunggu ajal hingga mati tiba

Monday, April 20, 2009

the enigma of broken heart


I will never forget the days we once had
The days when you were everything to me
My mind used to tell me we'd be together forever
But now I realize that was all a big dream


The feelings I have for you will never go
I wish I could take back that one regretful day
The day when I willingly let you slide from my arms
Never did I think of the astonishing pain of regrets

That I would once have to live through
The sight of you in someone else's arms
Makes my heart shatter into a million pieces
I sometimes wonder if you still think of me

Or if to you, I'm just a face in the crowd
I wish so very much that one day we can have it all back
But for now, I'll sit here silently
Remembering all the memories we once shared

Everyday my love grows much stronger
Hoping that one day you will feel the same
And put back the pieces of my broken heart.

Wednesday, April 8, 2009

dont ever try to go back . chick

Jangan berpikir untuk kembali karena itu hanya membuat segalanya menjadi sia-sia. Keping-keping perjuangan yang tersusun rapi seperti puzzle yang jika diambil salah satu bagiannya menjadi berantakan pecah berserakan.
Berpikir untuk yang sedang terjadi dan akan terjadi. Bersiaplah untuk segala sesuatu seburuk apapun itu.
Hidup memang tak adil apabila dipandang pada sisi subyektifitas manusia. Tapi hidup itu adil dan sangat-sangat obyektif.
Tidak perlu takut untuk makan apa besok karena hidangan telah tersedia pada dasarnya hanya tinggal bagaimana racikan hidangan itu dapat digunakan untuk 2 atau 3 hari ke depan.
Apalagi sempat terpikir untuk mengakhiri hidup. Itu sama dengan membuat refleksi masa lalu kembali terjadi. Benarkah itu ?? belajar dari segala hal yang telah membuat sakit. Karena dengan begitu jelas diketahui seperti apa rasa senang itu. Mulailah dari tidak ada menjadi ada. Karena dengan begitu sangat lapang untuk menerima ketidak adaan.
Tidak ada yang tau seperti apa dosa dan pahala. Seperti apa benar dan salah. Lakukanlah selama hati mengijinkan dan hindari penyesalan karena waktu tidak mau kembali sepaksa apapun.

Lanjutan hidup part 1


Masih terlintas di kepala belakang untuk mengulang momem2 seperti ini.
Setumpuk beban henyap menjadi aksi dari kertas terbakar. Cukup tiup dan terbang dengan sisa-sisa yang sudah tak dibutuhkan.
Ingin sekali lagi duduk tanpa harus berpikir atau memikirkan apa-apa. Meskipun kata-kata itu gratis tapi pikiran awal untuk mengeluarkan kata-kata itu butuh energi.
Yang terpikir sekarang hanya mengenang dan tersenyum kecil seakan-akan kejadian itu menjadi hal yang sangat luar biasa yang sebenarnya hal itu biasa saja karena banyak orang selain kami pernah melakukannya. Yang menjadi luar biasa adalah karena inilah saat-saat yang menurut kami tidak akan terulang. Alasannya ya itu dia... kami tidak berada pada satu tempat yang sama. Terkadang beberapa dari kami tinggal di air dan beberapa dari kami tinggal dimana atap-atap asbes menutupinya menggunakan seragam kebanggaan masing-masing dari kami.
Saat kami berkumpul tidak banyak yang bisa kami ceritakan. Isi kepala kami sudah benar-benar berbeda..............
Tapi hati masing-masing kami tetap sama karena kami berjuang bersama.

Tuesday, April 7, 2009

Intermezzo

Cerita berawal dari matahari yang turun dengan perlahan.
Rasa penasaran mulai bergejolak.....
Panaskah apa yang kupandang..
Seakan-akan sebuah teori telah diabaikan
Bagaimana sebuah relatifitas bergerak tanpa disadari perlahan-lahan meninggalkan hingga tiba-tiba dunia berujung gelap...
Hanya meraba suara ombak atau angin malam laut.
Momen seperti ini lah yang jarang ditemui.
Dengan kondisi laut bulan januari semuanya bisa saja terjadi. Matahari yang enggan muncul atau bahkan kapalku karam di terjang ombak yang sedemikian hebat. Berusaha berpikir positif tapi tetap saja sering muncul keraguan akankah masih bisa melihat matahari itu besok. Kapal terus berguncang hebat. Hingga aliran darahku pun tak bergerak normall menyebabkan sebagian kepalaku terasa berat dan tidak bisa berpikir apa-apa. Ini bukan derita ataupun nasib buruk. Ini fase atau bahkan jalan hidup.

find here

Custom Search

The Result Is